Minggu, 12 Januari 2014

Elysia chlorotica : Siput yang bisa melakukan fotosintesis

Selama ini kita telah memahami bahwa organisme autotrof yang mampu menyusun bahan organik melalui proses fotosintesis adalah tumbuhan. Hewan dan manusia hidup secara heterotrof sehingga tidak bisa melakukan proses tersebut. Karena itu hewan dan manusia mengambil bahan organik untuk makanan dari tumbuhan.

Namun konsep tersebut tidak berlaku bagi hewan yang termasuk siput laut atau dalam bahasa latinnya Elysia chlorotica, karena meskipun termasuk hewan ternyata  siput laut ini memiliki klorofil yang bisa digunakan untuk melakukan fotosintesis. Inilah hewan bersel banyak yang mampu berfotosintesis!

Jika kita perhatikan, tubuh siput itu secara alamiah berbentuk mirip lembaran daun dengan permukaan yang lebar. Ini sangat efektif untuk menangkap lebih banyak cahaya yang diperlukan dalam fotosintesis.

Sydney Pierce, pakar biologi dari Universitas South Florida di Tampa yang telah mempelajari mahluk unik tersebut selama 20 tahun mengatakan bahwa siput laut ini tinggal di rawa-rawa air asin di New England, Kanada. Diduga, hewan tersebut "mencuri" gen untuk menghasilkan pigmen hijau (klorofil) atau kloroplas dan dipakai untuk melakukan fotosintesis. Dengan cara ini ia mampu memanfaatkan cahaya matahari untuk membentuk bahan organik sebagai sumber makanan, sehingga hewan ini tak perlu makan untuk mendapatkan energi. Persis seperti tumbuhan.

Pierce mengumpulkan sejumlah hewan tersebut dan menyimpannya di akuarium selama berbulan-bulan. Asal diberi cahaya selama 12 jam sehari, mereka bisa bertahan hidup tanpa makan! Wow!

Untuk mengetahui apakah siput ini benar-benar membentuk klorofil sendiri, para peneliti menggunakan pelacak radioaktif untuk memastikan bahwa siput-siput ini benar-benar menghasilkan klorofil, dan bukan ‘mencurinya’ dari pigmen klorofil alga. Ternyata, siput-siput ini mampu mengintegrasikan materi genetika dengan sangat sempurna sehingga sifat ini bisa diturunkan pada generasi selanjutnya.

Anak-anak siput yang sudah "mencuri" gen juga bisa menghasilkan klorofil sendiri, walaupun mereka tak bisa berfotosintesis sebelum mereka makan cukup alga hingga bisa "mencuri" banyak kloroplas.

Berikut foto foto dari siput laut (Elysia chlorotica) :







source : http://biologimediacentre.com/elysia-chlorotica-siput-yang-bisa-melakukan-fotosintesis/

Foto foto yang Menakjubkan dari Hasil Scaning Mikroskop Elektron

Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.

Pada zaman modern ini mikroskop elektron berhasil menampakkan sisi lain ini dunia mikroskopis menjadi sebuah citra luar biasa yang belum pernah kita lihat sebelumnya melalui sebuah foto, Ada banyak foto menakjubkan yang membuat kita tercengang melihatnya. Berikut adalah "Foto Foto Hasil Scaning dari Mikroskop Elektron yang Sangat Menakjubkan"



Sel sel kanker ginjal yang sedang membelah


Sel kanker paru paru yang sedang membelah


Sel dendritik (biru) dan limfosit T (pink). Ini adalah 2 jenis sel yang ikut bertanggung jawab dalam sistem imunitas.


Bakteri TBC (Mirobacterium tuberculosis)


Escherichia coli


Beginilah komposisi darah penderita leukemia. Perhatikan bahwa jumlah sel darah putih (bulat pink) meningkat jauh lebih banyak dari normalnya (foto bawah)


Sel darah merah (eritrosit) normal. Bulat pink adalah sel darah putih (leukosit)


Foto sebuah sel kanker servix (leher rahim)


Foto jaringan tulang keras (osteon)


Sel fibroblast (sel calon fibrosit), merupakan sel-sel yang membentuk sistem sitoskeleton/kerangka sel (serat warna kuning)


Foto kepala lalat buah (Drosophilla melanogaster). Lalat ini banyak digunakan dalam penelitian genetika


Ekor lalat


Mata facet lalat


Kepala lalat

Eritrosit yang menggumpal saat pembekuan darah. Sel-sel eritrosit digumpalkan oleh benang fibrin (warna coklat)


Eritrosit manusia berbentuk bikonkaf


Jaringan lemak (adiposa) yang disimpan di bawah kulit


Rambut yang patah


Sisik hiu dari jenis plakoid


Sebuah sperma sedang berusaha menembus ovum


Trichoma (rambut kelenjar) pada daun yang merupakan modifikasi sel-sel epidermis


Streptococcus pneumoniae, bakteri penyebab radang paru-paru (pneumonia)


Luka borok. Bagian merah adalah jaringan yang luka. Di sekelilingnya adalah darah kering yang membeku


Permukaan lidah manusia


Bentuk dari kristal salju


Penampang potongan melintang kulit sehat dari payudara. Lapisan paling atas adalah stratum corneum (merah), yang dibentuk oleh sel-sel mati. Pada lapisan dermis (pink) terdapat kapiler darah. Di bawah lapisan dermis adalah lapisan subkutan yang umumnya berisi lemak


Pembentukan sel sperma di tubulus seminiferus pada testis. Tiap sperma memiliki kepala (orange dan hijau) yang membawa materi genetik saat fertilisasi dengan sel telur. Bagian ekor (biru) berfungsi untuk pergerakan sperma.


Batu ginjal


Sel fotoreseptor pada retina. Sel batang (kuning) dan sel kerucut (hijau) dan lapisin inti sebelah luar (ungu)


Sel kanker payudara


Kapiler darah yang robek


Penampang melintang daun. Secara urut jaringan dari bagian atas adalah: epidermis atas, palisade (hijau),spons, tulang daun (hijau di tengah), dan epidermis bawah. Pada epidermis bawah sering termodifikasi menjadi stomata.


Sel calon (stem cells) darah janin


Permukaan buah strawberi


Bulu mata yang tumbuh dari permukaan kulit manusia


Kristal kalsium fosfat


Referensi :
  • Wikipedia,"Mikroskop Elektron",http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop_elektron(diakses pada tanggal 12 Januari 2014 pada pukul 19.37 WIB)
  • Biologi Media Centre,"Foto foto hasil scaning mikroskop elektron",http://biologimediacentre.com/foto-foto-hasil-scanning-mikroskop-elektron/(diakses pada tanggal 12 Januari 2014 pada pukul 19.40 WIB)
  • EXACT 2's BLOG,"Foto-Foto Hasil Scanning Mikroskop Elektron: Sel dan Jaringan Makhluk Hidup 1",http://exact2sman3.blogspot.com/2011/06/foto-foto-hasil-scanning-mikroskop.html(diakses pada tanggal 12 Januari 2014 pada pukul 21.36 WIB)
  • LePaK SiNi,"Gambar Menarik Hasil Scanning Electron Microscope (SEM),"http://foren-6.blogspot.com/2011/02/gambar-menarik-hasil-scanning-electron.html"(diakses pada tanggal 12 Januari 2014 pada pukul 22.11 WIB)

Jumat, 03 Januari 2014

Pertumbuhan dan Perkembagan Pada Tumbuhan

Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik), dan terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan pembesaran dari tiap-tiap sel. Pada proses pertumbuhan biasa disertai dengan terjadinya perubahan bentuk. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif.

Perkembangan adalah proses menuju dewasa. Proses perkembangan berjalan sejajar dengan pertumbuhan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan proses yang tidak dapat diukur. Dengan kata lain, perkembangan bersifat kualitatif, tidak dapat dinyatakan dengan angka.

Pada tanaman, pertumbuhan dimulai dari proses perkecambahan biji. Perkecambahan dapat terjadi apabila kandungan air dalam biji semakin tinggi karena masuknya air ke dalam biji melalui proses imbibisi. Apabila proses imbibisi sudah optimal, dimulailah perkecambahan.

Struktur yang pertama muncul, yang menyobek selaput biji adalah radikula yang merupakan calon akar primer. Radikula adalah bagian dari hipokotil. Pada bagian ujung sebelah atas terdapat epikotil (calon batang). Berdasar letak kotiledonnya, ada dua jenis perkecambahan yaitu tipe epigeal, dan tipe hipogeal.

Perkecambahan hipogeal













Perkecambahan epigeal


















pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga yaitu sebagai berikut :

1. Pertumbuhan Primer

pertumbuhan primer merupakan proses aktivitas sel-sel meristem yang menyebabkan batang dan akar tumbuh memanjang. pertumbuhan primer terjadi pada embrio, ujung batang, dan ujung akar.
berdasarkan aktivitasnya daerah pertumbuhan pada ujung akar dan ujung batang di belakang sistem apikal dibedakan menjadi tiga daerah yaitu sebagai berikut :
Sumber : wandylee.wordpress.com
  • Daerah pembelahan sel, sel-sel di daerah ini aktif membelah, dan sifatnya tetap meristematik, daerah ini biasanya terdapat di bagian ujung akar.
  • Daerah pemanjangan sel, merupakan daerah yang sel-selnya mengalami penambahan volume sehingga akan cepat memanjang. Daerah ini terletak di belakang daerah pembelahan.
  • Daerah diferensiasi, merupakan daerah-daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus.






2. Pertumbuhan Sekunder

    Setelah mengalam pertumbuhan primer selanjutnya tumbuhan akan mengalami pertumbuhan sekunder. Pertumbuahan sekunder merupakan aktivitas kambium (titik tumbuh sekunder) yang membentuk xilem dan floem sekunder. Pertumbuhan ini biasanya terjadi pada tumbuhan Gymnospermae dan Dicotyledoneae. Pada pertumbuhan sekunder yang aktif membelah adalah sel-sel meristem yang terdapat pada kambium.Sel-sel tersebut akanmelakukan pembelhan secara radial, yaitu pembelahan sel yang terdapat di sekitar xilem mengarah ke dalam dan sel-sel yang terdapat di sekitar floem mengarah ke luar. Akibat dari aktivitas tersebut maka terbentuk xilem sekunder dan floem sekunder.sehingga pertumbuhan jaringan ini akam membentuk formasi melingkar yang disebur lingkaran tahunan (annula ring).

3. pertumbuhan Terminal

    Pertumbuhan terminal terjadi pada ujung akar dan ujung batang. pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji ang sedang aktif tumbuh terdapat tiga daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan, yaitu sebagai berikut:
  • Daerah Pembelahan (Daerah Meristematik) :  merupakan daerah yang paling ujung. Pada daerah ini terutama terjadi pembentukan sel-sel baru melalui pembelahan     sel. Sel-sel di daerah pembelahan memiliki inti sel yang relatif besar, berdinding sel tipis, dan aktif membelah diri. Daerah pembelahan disebut pula daerah     meristematik.
  • Daerah Pemanjangan : daerahini  merupakan hasil pembelahan sel-sel meristem di daerah pembelahan. Sel-sel hasil pembelahan tersebut akan bertambah besar     ukurannya sehingga membentuk daerah pemanjangan. Sel-sel pada daerah ini lebih besar dibandingkan dengan sel-sel pada daerah meristem.
  • Daerah Diferensiasi : daerah ini terletak di belakang daerah pemanjangan. Sel-sel di daerah ini telah mengalami diferensiasi. Artinya sel-sel telah berubah bentuk sesuai fungsinya. Sebagian sel mengalami diferensiasi menjadi epidermis, korteks, empulur, xilem dan floem. Sebagian sel lagi mengalami diferensiasi menjadi jaringan parenkim (jaringan dasar), jaringan penunjang seperti kolenkim dan sklerenkim. Dengan terjadinya diferensiasi sel maka terbentuklah berbagai jaringan tumbuhan.
 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuha dan Perkembangan pada Tumbuhan 

1. Faktor Dalam (Internal)
a. Gen : Gen merupakan rua DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) yang mengkode suatu sifat makhluk hidup. didalam gen terkandung faktor yang dapat diturunkan dari induk pada keturunannya. Dengan kata lain gen mengatur pertumbuhan melalui sifat yang diturunkan dan sintesis-sintesis yang dikendalikan

b. Hormon Tumbuhan (Fitohormon) : Hormon merupakan substansi yang dihasilkan oleh tumbuhan, biasanya dalam jumlah yang sangat sedikit yang berfungsi secara fisiologis mengendalikan arah dan kecepatan tumbuh bagian-bagian dari tumbuhan. Berikut ini adalah macam-macam hormon pada tumbuhan beserta fungsinya: 
  • Auksin : Auksin adalah senyawa asam aseta dengan gugus indol beserta derivatnya.Pusat pembentukan auksin adalah ujung koleoptil (pucuk tumbuhan).Jika terkena sianr matahari, auksin akan berubah menjadi senyawa yang menghambatpertumbuhan. Hal ini menuyebabkan batang akanmembengkok kearah datangnya cahaya, karenabagianyang tidak terkena cahaya pertumbuhannya lebih cepat daripada bagian yang terkena cahaya
    Fungsi auksin adalah :
    - mengembangkan sel-sel sehingga sel bertambah panjang
    - merangsang pembentukan bunga dan buah
    - mempercepat terjadinya diferensiasi di daerah meristem sehingga mempergiat kambium
    membentuk sel-sel baru
    Asam Indol Aseta (AIA) adalah zat tumbuh sintetik yang bermanfaat untuk pertanian. Asam Indol asetat dapat merangsang partenokarpi yaitu tanaman yang menghasilkan buah tanpa adanya penyerbukan dan pembuahan.
  • Giberelin : Giberelin adalh suatu zat yang mempunyai sifat seperti auksin. Giberelin diperoleh dari jamur Gibeberella fujikuori atau Fusarium moniliformae
    Fungsi Giberelin adalah :
    - mempercepat pertumbuhan
    - membuat tanaman berbunga sebelum waktunya
    - membuat tanaman menjadi lebih tinggi dari normal
    - membuat buah terbentuk tanpa penyerbukan
  • Sitokinin : Sitokinin merupakan kumpulan senyawa yang berfungsi mirip atu sama lain. Sitokinin yang pertama ditemukan adalah kinetin. Zat yang berfungsi mempergiat pembelahan sel dan mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar. Hormon tumbuhan ini mempengaruhi pertumbuhan, pengaturan pembelahan sel, dan pemanjangan sel. Konsentrasi sitokinin dan auksin yang seimbang merupakan hal yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Sitokinin sendiri tampaknya mempunyai peranan dalam memperpanjang usia jaringan.
  • Asam Absisat : Asam absisat adalah hormn yang menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu dengan mengurangi pembelahan sel maupun pembesaran selataupun keduanya. Secara umum fungsi dari asam absisat adalah sebagai berikut : 
    - menghambat pembelahan dan pemanjangan sel
    - membantu peluruhan atau gugurnya daun pada musim kering
    - mempertahankan tumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk, misalnya kekurangan air yaitu dengan cara dormansi (menunda pertumbuhan)
    - merangsang penutupan mulut daun (stomata) pada musim kering.
  • Asam traumalin : Asam traumalin merupakan hormon yang merangsang pembelahan sel-sel di bagian tibuh tumbuhan yang mengalami kerusakan atau luka. Sehingga bagian tumbuhan terluka akan tertutup. Kemampuan ini disebut resitusi atau regenaerasi. Bahkan dari luka pada bagian tertentu dari tubuh tumbuhan dapat tumbuh tunas baru.
  • Kalin : Kalin Pada tumbuhan hormon yang mempengaruhi pembentukan organ disebut kalin. Berdasarkan organ yang dipengaruhinya, kalin dibedakan atas ;
    - rhizokalin mempengaruhi pembentukan akar
    - kaulikalin mempengaruhi pembentukan batang
    - filokalin mempengaruhi pembentukan daun
    - antokalin mempengaruhi pembentukan bunga
  • Etilen : Buah yang sudah tua menghasilkan gas etilen yang dianggap sebagai hormon yang dapat mempercepat pemasakan buah yang masih mentah. Gas etilen meningkatkan respirasi sehingga buah yang asalnya keras dan masam, menjadi empuk dan berasa manis. Selain berperan dalam pematangan buah , etilen juga dapat menyebabkan pertmbuhan batang menjadi tebaldn kukuh untuk menahan pengaruh angin.
2. Faktor Luar (Eksternal)
a. Cahaya : Cahaya mutlak diperlukan oleh semua tumbuhan hijau untuk melakukan fotosintesis, tetapi pengaruhnya terhadap pertumbuhan perkecambahan tumbuhan adalah menghambat, karena cahaya dapat menyebabkan terurainya auxin sehingga dapat menghambat pertumbuhan. Hal ini dapat dibuktikan apabila kita meletakkan dua kecambah, yang satu di tempat gelap dan yang lain di tempat terang. Dalam jangka waktu yang sama, kecambah di tempat gelap tumbuh lebih cepat tetapi tidak normal. Pertumbuhan yang amat cepat di dalam gelap ini disebut etiolasi.

Pot kiri adalah perkecambahan normal, sedangkan sebelah kanan perkecambahan yang mengalami etiolasi
Pada tumbuhan terdapat pigmen yang disebut fitokrom, yang berfungsi mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kloroplas, sintesis klorofil, pembentukan hormon tumbuhan (misalnya giberelin), dan pengaturan posisi daun terhadap sinar matahari. Selain itu, fitokrom berpengaruh juga terhadap fotoperiodisme, yaitu pengaruh lamanya pengaruh pencahayaan terhadap pertumbuhan dan pembentukan bunga.

Berdasarkan panjang dan intensitas penyinaran, tumbuhan dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu:
  • Tumbuhan berhari pendek (shortday plant) : Berbunga dan berbuah bila periode penyinaran lebih pendek daripada periode kritis. Contohnya: strawberry, dahlia, aster, dan krisatinum.
  • Tumbuhan berhari sedang (midleday plant) : tumbuhan yang akan berbunga jika mendapat penyinaran 12 jam sehari. contohnya : tebu dan kacang.
  • Tumbuhan berhari panjang (longday plant) : berbunga dan berbuah bila periode penyinaran lebih panjang daripada periode kritis. Contohnya: bayam selada, gandum, dan kentang.
  • Tumbuhan netral (dayneutral plant) : Tidak dipengaruhi oleh lamanya periode penyinaran. Contoh: mawar, anyer, dan bunga matahari.
b. Air : air merupakan bagian terbesar yang menyusun makhluk hidup, termasuk tumbuhan. Tumbuhan tidak mungkin hidup tampa air. Pada tumbuhan air berfungsi antara lain untuk fotosisntesis, mengaktifkan reaksi enzimatik, pelarut universal dalam perkembangan dan pertmbuhan tumbuhan, menentukan proses transportasi unsur hara yang ada di alam tanah, menjaga kelembapan, membantu perkecambahan biji, dan secara tidak langsung air mempengaruhi laju reaksi metabolisme.

c. Suhu : Tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Suhu akan berpengaruh terhadap kerja enzim. Bila suhu terlalu tinggi, enzim akan rusak,  dan bila suhu terlalu rendah enzim menjadi tidak aktif. Suhu optimum adalah suhu yang paling baik untuk pertumbuhan (10C-38C). Suhu terendah dimana tumbuhan masih dapat tumbuh disebut Suhu minimum dan suhu tertinggi dimana tumbuhan masih dapat tumbuh disebut suhu maksimum.

d. Nutrisi (Nutrien) : Nutrisi atau makanan diperlukan oleh setiap makhluk hidup. salah satu fungsi nutrisi adalha sebagi sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai komponen sel. Biasanya tumbuhan mengambil nutrisi dalam bentuk ion dan beberapa diambil dari udara.

e. Kelembapan : Kelembapan udara mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap tumbuhan, sampai batas tertentu, tanah dan udara yang lembap berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Semakin tinggi kadar air, pertumbuhan akan makin cepat. Karena lebih banyak kadar air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan, akan menyebabkan pembentangan sel-sel, dengan demikian sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimalnya. 


Referensi :
  • Biologi Media Center,"Pertumbuhan dan Perkembangan (1) : Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan,"http://biologimediacentre.com/pertumbuhan-dan-perkembangan-1-pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-tumbuhan/(diakses tanggal 03 Januari 2014 pada pukul 23.50 WIB)
  • Inspirasiku,"Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan,"http://ahapidin.blogspot.com/pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan.html(diakses tanggal 04 Januari 2014 pada pukul 01.35 WIB)
  • IPA_Spenli,"Pertumbuha dan Perkembangan Makhluk Hidup,"http://ipaspenli.blogspot.com/2009/08/pertumbuhan-dan-perkembangan-makhluk.html(diakses tanggal 04 januari 2014 pada pukul 00.10 WIB)
ormon merupakan substansi yang dihasilkan oleh tumbuhan, biasanya dalam jumlah yang sangat sedikit yang berfungsi secara fisiologis mengendalikan arah dan kecepatan tumbuh bagian-bagian dari tumbuhan. - See more at: http://biologimediacentre.com/pertumbuhan-dan-perkembangan-1-pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-tumbuhan/#sthash.2P8aiSMF.dpuf
ormon merupakan substansi yang dihasilkan oleh tumbuhan, biasanya dalam jumlah yang sangat sedikit yang berfungsi secara fisiologis mengendalikan arah dan kecepatan tumbuh bagian-bagian dari tumbuhan. - See more at: http://biologimediacentre.com/pertumbuhan-dan-perkembangan-1-pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-tumbuhan/#sthash.2P8aiSMF.dpuf

Rabu, 25 Desember 2013

Aturan Pemberian Nama Latin tumbuhan & Daftar Nama Latin Tumbuhan yang Sering Kita Jumpai

Aturan Pemberian Nama Latin atau "Nomenclatur Binomial" 

     Aturan pemberian nama latin atau nomeclatur binomial adalah sistem penamaan makhluk hidup dengan menggunakan bahasa latin di mana setiap makhluk hidup, baik Flora atau Tanaman dan Fauna atau Hewan, mendapatkan atau diberikan nama dalam dua kata bahasa latin. Kata yang pertama menunjukkan genus, sedangkan kata yang satu lagi menunjukkan species. Genus ditulis dengan huruf pertama huruf besar dan species huruf pertamanya adalah huruf kecil.

Aturan-aturan dalam pemberian nama binomium nomenclatur pada binatang dan tumbuh-tumbuhan adalah sebagai berikut :
  1. Setiap makhluk hidup memiliki nama spesies yang berbeda-beda dan tidak boleh sama.
  2. Nama genus hanya terdiri dari satu kata dan dimulai dengan huruf besar.
  3. Nama spesies boleh terdiri dari dua kata atau lebih dan dimulai dengan huruf kecil.
  4. Setiap makhluk hidup baik hewan dan tumbuhan memiliki nama ilmiah masing-masing.
  5. Penamaan ilmiah makhluk hidup menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan.
  6. Nama penemu spesies dapat mencantumkan namanya dibelakang nama speciesnya.

Nama Latin Tumbuhan yang Sering Kita Jumpai

berikut 100 nama latin tumbuhan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari :


No Nama Umum Nama Latin
1 Akasia Acassia sp
2 Alang-alang Imperata cylindrica
3 Alpukat Persea americana
4 Anggrek Orcidaceae sp
5 Anggur Vitis vinifera
6 Apel Malus silveltris
7 Aren Arenga pinnata
8 Bakau Bruguiera conyugata
9 Bambu Batu Dendrocalamus strictus
10 Bandotan Ageratum conyzoides
11 Bawang Bombay Allium cepa
12 Bawang Merah Allium ascalonicum
13 Bawang Putih Allium sativum
14 Bayam Amaranthus sp
15 Bayam Cabut Amaranthus tricolor
16 Bengkuang Pachyrrhizus erosus
17 Cabai Capsicum annum
18 Cabai Besar Capsicum annuum var Grossum
19 Cabai Rawit Capsicum frutescens
20 Dadap Erythrina sp
21 Gandum Triticum aestivum
22 Jagung Zea mays
23 Jahe Croton argyratus
24 Jamur Tiram Pleurotus ostreatus
25 Jati Tectona grandis
26 Jeruk Citrus sp
27 Jeruk Bali Citrus x paradisi
28 Jeruk Keprok Citrus sp
29 Jeruk Nipis Citrus aurantifolia
30 Jeruk Purut Citrus hystrix
31 Kacang Vigna mungo
32 Kacang Kedelai Glycine max
33 Kacang Panjang Vigna sinensis
34 Kakao Thebroma cacao
35 Kaktus Opuntia sp
36 Kapas Gossypium hirsutum
37 Kapulaga Amomum cardamomum
38 Karet Havea brasiliensis
39 Kelapa Cocos nucifera
40 Kelapa Sawit Elaeis guineensis
41 Kenari Canarium commune / C. Avenue
42 Kencur Kaempferia galanga
43 Kubis Brassica oleraceae
44 Kunyit Curcuma domestica
45 Labu Cucurbita spp
46 Lada Piper nigrum
47 Mahoni Swietenia mahagoni
48 Mangga Mangifera indica
49 Manggis Garcinia mangostama
50 Mawar Rosa sp
51 Melati Jasminum sambac
52 Melinjo Gnetum gnemon
53 Mentimun Cucumis sativus
54 Nangka Artocarpus heterophyllus
55 Nilam Pogostemon cablin
56 Padi Oryza sativa
57 Padi Ketan Oryza glutinosa
58 Pakis haji Cycas rumphii
59 Palma Palmae sp.
60 Panili Vanilla planifolia
61 Pepaya Carica papaya
62 Pisang Musa paradisiaca
63 Sagu Metroxylon sago
64 Salak Salacca edulis
65 Seledri Apium graviolens
66 Sukun Artocarpus communis
67 Sadu Melia indica
68 Saga Hutan Adenanthera microsperma
69 Saga Manis Abrus precatorius
70 Sagu Metroxylon sago
71 Salada Air Nasturtium officinale
72 Salak Salacca edulis
73 Salam Eugenia aperculata
74 Salamandar Grevillea robusta
75 Salangi Samadera indica
76 Salix Salix sp
77 Sambiloto Andrographis paniculata
78 San chang Dillenia Pentagyna
79 Sancang Phemna microphylia
80 Sangitan Sambucus javanica
81 Sangket Basilicum polystachyon
82 Sangketan Heliotropium indicum
83 Sangkir Homonoia riparia
84 Sansevieria Lidah mertua Sansevieria trifasciata
85 Sansevieria Silindris Sansevieria cylindrica
86 Santigi Phempis acidula
87 Sapratu Sindora sumatrana
88 Saraka Saraca indica
89 Sawi Hijau Brassica campestris
90 Sawi Putih Brassica juncea
91 Sawo Zapota sp.
92 Tebu Saccharum officinale
93 Teh Camellia sinensis
94 Teki Cyperus roduntus
95 Terong Solanum melongenae
96 Tomat Lycopersicon esculentum
97 Ubi Jalar Ipomoea batata
98 Ubi Kayu Manihot utilisima
99 Wijen Sesamum indicum
100 Wortel Daucus carota

Referensi :
  • Dunia Dalam Layar Maya,"PENGERTIAN atau DEFINISI NOMENCLATUR BINOMIAL | ATURAN PEMBERIAN NAMA LATIN,"http://juprimalino.blogspot.com/2012/02/pengertian-atau-definisi-nomenclatur.html(diakses 26 Desember 2013 pada pukul 11.51 WIB)
  • Biologi Media Center,"Daftar Nama Latin Tumbuhan Disekitar Kita,"http://biologimediacentre.com/daftar-nama-latin-tumbuhan-di-sekitar-kita/(diakses tanggal 26 Desember 2013 pada pukul 12.09 WIB)
Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi saya dan bagi kita semua.

Sabtu, 21 Desember 2013

Cabang Cabang Ilmu Biologi

Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas, bersentuhan dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering kali dipandang sebagai ilmu yang mandiri. Cabang-cabang ilmu biologi yakni sebagai berikut :

  • Aerobiologi – mempelajari partikel organik di utara
  • Agrikultur – mempelajari proses produksi hasil panen, dan lebih menekankan pada penerapannya
  • Anatomi – mempelajari bentuk dan fungsi tumbuhan, hewan, dan organisme lain (terutama manusia)
  • Arachnologi – mempelajari arachnida
  •  Astrobiologi – mempelajari evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta—juga disebut eksobiologi, eksopaleontologi, dan bioastronomi
  • Biofisika – mempelajari proses biologis dalam kerangka fisika, dengan menerapkan teori dan metode yang secara tradisional digunakan dalam ilmu fisika
  • Biogeografi – mempelajari persebaran spesies dalam konteks keruangan dan waktu
  • Bioinformatika – penggunaan teknologi informasi untuk meneliti, mengumpulkan, dan menyimpan data genomik atau data biologis lainnya
  • Biokimia – mempelajari reaksi kimia yang diperlukan kehidupan agar tetap berfungsi, biasanya pada tingkatan seluler
  • Biologi bangunan – meneliti lingkungan hidup di dalam ruangan
  • Biologi evolusioner – mempelajari asal usul dan nenek moyang spesies
  • Biologi integratif – mempelajari semua organisme
  • Biologi kelautan (atau oseanografi biologis) – mempelajari ekosistem , tumbuhan, hewan, dan kehidupan samudra lainnya
  • Biologi konservasi – mempelajari pelestarian, perlindungan, dan pemulihan lingkungan alam, ekosistem alam, vegetasi, dan margasatwa
  • Biologi lingkungan – mempelajari dunia alam secara keseluruhan atau dalam wilayah tertentu, terutama dampak manusia terhadapnya
  • Biologi molekuler – mempelajari biologi dan fungsi biologi dalam tingkatan molekuler, bertumpang tindih dengan biokimia
  • Biologi populasi – mempelajari sekelompok organisme, termasuk
    • Ekologi populasi – mempelajari dinamika dan kepunahan populasi
    • Genetika populasi – mempelajari perubahan frekuensi gen dalam populasi suatu organisme
  • Biologi perkembangan – mempelajari proses pembentukan organisme dari zigot
  • Biologi sel – meneliti sel sebagai satuan yang utuh, dan interaksi molekuler dan kimia yang terjadi di dalam sel
  • Biologi struktural – cabang biologi molekuler, biokimia, dan biofisika yang terkait dengan struktur molekuler makromolekul biologis
  • Biologi sintetis – mengintegrasi biologi dengan teknik; membuat fungsi biologis yang tidak ada di alam
  • Biomatematika (atau biologi matematis) – penelitian proses biologis secara kuantitatif atau matematis, dan lebih menekankan pada permodelan
  • Biomekanika – penelitian mekanika kehidupan yang lebih menekankan pada penerapan melalui prostetik atau ortotik. Bidang ini sering dianggap sebagai cabang kedokteran
  • Biomusikologi – mempelajari musik dari sudut pandang biologis
  • Bioteknologi – cabang biologi yang baru dan kadang-kadang kontroversial yang mempelajari manipulasi materi hidup, termasuk modifikasi genetik dan biologi sintetik
  • Botani – mempelajari tumbuhan
  • Ekologi – mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya
  • Embriologi – mempelajari perkembangan embrio (dari pembuahan hingga kelahiran)
  • Entomologi – mempelajari serangga
  • Epidemiologi – komponen penting dalam penelitian kesehatan, mempelajari faktor yang memengaruhi kesehatan suatu populasi
  • Epigenetik – mempelajari perubahan ekspresi gen atau fenotip seluler yang diakibatkan oleh mekanisme selain perubahan rangkaian ADN
  • Etologi – mempelajari perilaku hewan
  • Farmakologi – mempelajari persiapan, penggunaan, dan pengaruh obat-obatan
  • Fisiologi – mempelajari cara kerja organisme hidup serta organ-organnya
  • Fitopatologi – mempelajari penyakit pada tumbuhan (juga disebut patologi tumbuhan)
  • Genetika – mempelajari gen dan pewarisan
  • Hematologi – mempelajari darah dan organ pembentuk darah
  • Herpetologi – mempelajari reptil dan amfibi
  • Histologi – mempelajari sel dan jaringan, cabang mikroskopik anatomi
  • Iktiologi – mempelajari ikan
  • Kriobiologi – mempelajari pengaruh suhu yang rendah terhadap kehidupan
  • Limnologi – mempelajari perairan di daratan
  • Mamalogi – mempelajari mamalia
  • Mikrologi – meneliti organisme mikroskopik (mikroorganisme) dan interaksinya dengan kehidupan lainnya
  • Mikologi – mempelajari fungi
  • Neurobiologi – mempelajari sistem saraf, termasuk anatomi, fisiologi, dan patologinya
  • Onkologi – mempelajari proses kanker
  • Ornitologi – mempelajari burung
  • Paleontologi – mempelajari fosil dan bukti geografis kehidupan prasejarah
  • Patobiologi atau patologi – meneliti penyakit, seperti penyebab, proses, ciri, dan perkembangannya
  • Parasitologi – mempelajari parasit dan parasitisme
  • Penelitian biomedis – meneliti tubuh manusia yang sehat dan sakit
  • Psikobiologi – mempelajari dasar psikologi secara biologis
  • Sosiobiologi – mempelajari dasar sosiologi secara biologis
  • Teknik biologis – mempelajari biologi dari sudut pandang teknik dan lebih menekankan pada pengetahuan terapan. Bidang ini terkait dengan bioteknologi
  • Virologi – mempelajari virus dan agen yang seperti virus
  • Zoologi – mempelajari hewan, termasuk klasifikasi, fisiologi, perkembangan, dan perilaku (cabang meliputi entomologi, etologi, herpetologi, iktiologi, mamalogi, dan ornitologi)

Selasa, 17 Desember 2013

Pengertian dan Sejarah Biologi

Pengertian Biologi

Biologi adalah ilmu alam yang mempelajari kehidupan dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya. Ilmu biologi modern sangat luas dan eklektik, serta terdiri dari berbagai macam cabang dan subdisiplin. Namun, meskipun lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu bidang. Biologi biasanya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu, organisme diyakini bertahan dengan mengonsumsi dan mengubah energi serta dengan meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil dan vital.

Subdisiplin biologi didefinisikan berdasarkan skala organisme yang dipelajari, jenis organisme yang dipelajari, dan metode yang digunakan untuk mempelajarinya: biokimia mempelajari kimia kehidupan; biologi molekuler terkait dengan interaksi antar molekul biologis; botani mempelajari biologi tumbuhan; biologi seluler meneliti satuan dasar semua kehidupan, yaitu sel; fisiologi mempelajari fungsi fisik dan kimia jaringan, organ, dan sistem organ suatu organisme; biologi evolusioner meneliti proses yang menghasilkan keanekaragaman hayati; dan ekologi mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya. 

Sejarah

Istilah biologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani βίος, bios, yang berarti "kehidupan", dan akhiran -λογία, -logia, yang artinya "ilmu." Bentuk Latin dari kata tersebut (biologi) pertama kali digunakan oleh Linnaeus (Carl von Linné) dalam karyanya yang berjudul Bibliotheca botanica pada tahun 1736. Kata tersebut dipakai lagi pada tahun 1766 oleh Michael Christoph Hanov dalam tulisannya yang berjudul Philosophiae naturalis sive physicae: tomus III, continens geologian, biologian, phytologian generalis. Terjemahan bahasa Jermannya, yaitu Biologie, pertama kali muncul dalam terjemahan karya Linnaeus pada tahun 1771. Pada tahun 1797, Theodor Georg August Roose menggunakan istilah tersebut dalam pendahulu bukunya yang bertajuk Grundzüge der Lehre van der Lebenskraft. Karl Friedrich Burdach pada tahun 1800 memakai istilah ini dalam arti yang lebih sempit, yaitu penelitian manusia dari sudut pandang morfologis, fisiologis, dan psikologis (Propädeutik zum Studien der gesammten Heilkunst). Istilah biologi dalam pengertian modern baru muncul dalam buku Biologie, oder Philosophie der lebenden Natur (1802–22) yang ditulis oleh Gottfried Reinhold Treviranus. Di dalam buku tersebut tertulis :



"Objek penelitian kami adalah berbagai macam bentuk dan perwujudan kehidupan, keadaan dan hukum yang mengatur fenomena tersebut, serta penyebabnya. Ilmu yang terkait dengan objek tersebut kami sebut biologi [Biologie] atau doktrin kehidupan"

walaupun biologi modern merupakan perkembangan yang relatif baru, ilmu yang terkait sudah dipelajari dari masa lampau. Filsafat alam dapat ditemui di peradaban Mesopotamia, Mesir, India, dan Cina. Namun, asal usul dan pendekatan biologi modern berasal dari masa Yunani Kuno. Walaupun penelitian kedokteran dapat ditilik ke masa Hippocrates (ca. 460 SM – ca. 370 SM), Aristoteles (384 SM – 322 SM) adalah tokoh yang paling berjasa dalam mengembangkan biologi. Salah satu karya terpentingnya adalah Historia Animalium dan beberapa karya lain yang menunjukkan cara pandang seorang peneliti alam, serta karya-karya empirisnya yang mencoba mempelajari sebab-akibat biologis dan keanekaragaman hayati. Penerus Aristoteles di Lyceum, yaitu Theophrastus, menulis buku-buku tentang botani yang berpengaruh hingga ke Abad Pertengahan.

Ilmuwan Islam abad pertengahan yang mempelajari biologi meliputi al-Jahiz (781–869), Ad-Dinawari (828–896), yang menulis tentang botani, dan ar-Razi (865–925), yang menulis tentang anatomi dan fisiologi. Kedokteran dipelajari berdasarkan tradisi filsuf Yunani, sementara ilmu alam sangat dipengaruhi oleh pemikiran Aristoteles, terutama perihal hierarki kehidupan.

Biologi mulai berkembang pesat setelah Antony van Leeuwenhoek memperbaiki mikroskopnya. Berkatnya, spermatozoa, bakteri, infusoria, dan berbagai macam kehidupan mikroskopik lain berhasil ditemukan. Penyelidikan yang dilakukan oleh Jan Swammerdam membangkitkan ketertarikan terhadap bidang entomologi dan membantu mengembangkan teknik pembedahan dan pewarnaan (staining) mikroskopik.

Kemajuan mikroskop juga sangat memengaruhi pemikiran tentang biologi. Pada awal abad ke-19, sejumlah ahli biologi mulai menyadari pentingnya konsep sel. Kemudian, pada tahun 1838, Schleiden dan Schwann mulai menganjurkan gagasan (yang kini diterima secara luas) bahwa satuan dasar organisme adalah sel dan masing-masing sel memiliki karakteristik kehidupan, walaupun mereka menentang gagasan bahwa semua sel berasal dari pembagian sel lain. Akan tetapi, berkat karya Robert Remak dan Rudolf Virchow, pada tahun 1860-an sebagian besar ahli biologi menerima ketiga hal tersebut yang kini disebut teori sel.

Sementara itu, taksonomi dan klasifikasi menjadi pusat perhatian sejarawan alam. Carl Linnaeus menerbitkan taksonomi dasar pada tahun 1735 (berbagai macam variasi telah digunakan semenjak itu), dan pada tahun 1750-an memperkenalkan nama ilmiah untuk spesies. Georges-Louis Leclerc, Comte de Buffon, menganggap spesies sebagai kategori buatan dan menyatakan bahwa kehidupan dapat berubah—bahkan mengusulkan kemungkinan adanya nenek moyang bersama. Walaupun menentang teori evolusi, Buffon merupakan tokoh penting dalam sejarah pemikiran evolusi; karyanya memengaruhi teori evolusi Lamarck dan Darwin.

Pemikiran evolusioner dapat ditilik kembali ke karya Jean-Baptiste Lamarck. Ia menyatakan bahwa evolusi merupakan hasil dari tekanan lingkungan terhadap properti suatu hewan, yang berarti semakin sering suatu organ digunakan, semakin kompleks dan efisien organ itu, sehingga membuat hewan teradaptasi dengan lingkungan. Lamarck juga meyakini bahwa sifat yang didapat ini dapat diturunkan ke generasi berikutnya, yang akan terus mengembangkan dan menyempurnakannya. Namun, hipotesis ini kini ditolak, dan baru pada akhir abad ke-19 Charles Darwin berhasil merumuskan teori evolusi berdasarkan seleksi alam dengan menggabungkan pendekatan biogeografis Humboldt, geologi Lyell, tulisan Malthus tentang pertumbuhan populasi, dan keahlian morfologis serta pengamatannya sendiri di alam; penalaran dan bukti yang mirip juga membuat Alfred Russel Wallace mencapai kesimpulan yang sama. Meskipun banyak ditentang oleh agamawan, teori Darwin diterima oleh komunitas ilmiah dan segera menjadi aksioma dasar dalam ilmu biologi.

Struktur ADN

Pada tahun 1940-an dan awal tahun 1950-an, penelitian berhasil membuktikan bahwa asam deoksiribonukleat (ADN) merupakan komponen kromosom yang mengandung satuan pewarisan yang kini disebut gen. Pemusatan perhatian pada model organisme baru seperti virus dan bakteri serta penemuan struktur untai ganda ADN pada tahun 1953 menandai jalannya peralihan ke masa genetika molekuler. Kode genetik berhasil dipecahkan oleh Har Gobind Khorana, Robert W. Holley dan Marshall Warren Nirenberg setelah memahami bahwa ADN mengandung kodon. Akhirnya, Proyek Genom Manusia diluncurkan pada tahun 1990 dengan tujuan untuk memetakan semua genom manusia DNA. Proyek ini selesai pada tahun 2003, dan merupakan langkah pertama dalam menggabungkan pengetahuan biologi dengan definisi tubuh manusia dan organisme lain secara fungsional dan molekuler.

Keyword : Biologi, sejarah biologi, biologi modern, ADN, ilmuwan biologi
Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi