Selama ini kita telah memahami bahwa organisme autotrof yang mampu menyusun bahan organik melalui proses fotosintesis adalah tumbuhan. Hewan dan manusia hidup secara heterotrof sehingga tidak bisa melakukan proses tersebut. Karena itu hewan dan manusia mengambil bahan organik untuk makanan dari tumbuhan.
Namun konsep tersebut tidak berlaku bagi hewan yang termasuk siput laut atau dalam bahasa latinnya Elysia chlorotica, karena meskipun termasuk hewan ternyata siput laut ini memiliki klorofil yang bisa digunakan untuk melakukan fotosintesis. Inilah hewan bersel banyak yang mampu berfotosintesis!
Jika kita perhatikan, tubuh siput itu secara alamiah berbentuk mirip lembaran daun dengan permukaan yang lebar. Ini sangat efektif untuk menangkap lebih banyak cahaya yang diperlukan dalam fotosintesis.
Sydney Pierce, pakar biologi dari Universitas South Florida di Tampa yang telah mempelajari mahluk unik tersebut selama 20 tahun mengatakan bahwa siput laut ini tinggal di rawa-rawa air asin di New England, Kanada. Diduga, hewan tersebut "mencuri" gen untuk menghasilkan pigmen hijau (klorofil) atau kloroplas dan dipakai untuk melakukan fotosintesis. Dengan cara ini ia mampu memanfaatkan cahaya matahari untuk membentuk bahan organik sebagai sumber makanan, sehingga hewan ini tak perlu makan untuk mendapatkan energi. Persis seperti tumbuhan.
Pierce mengumpulkan sejumlah hewan tersebut dan menyimpannya di akuarium selama berbulan-bulan. Asal diberi cahaya selama 12 jam sehari, mereka bisa bertahan hidup tanpa makan! Wow!
Untuk mengetahui apakah siput ini benar-benar membentuk klorofil sendiri, para peneliti menggunakan pelacak radioaktif untuk memastikan bahwa siput-siput ini benar-benar menghasilkan klorofil, dan bukan ‘mencurinya’ dari pigmen klorofil alga. Ternyata, siput-siput ini mampu mengintegrasikan materi genetika dengan sangat sempurna sehingga sifat ini bisa diturunkan pada generasi selanjutnya.
Anak-anak siput yang sudah "mencuri" gen juga bisa menghasilkan klorofil sendiri, walaupun mereka tak bisa berfotosintesis sebelum mereka makan cukup alga hingga bisa "mencuri" banyak kloroplas.
Berikut foto foto dari siput laut (Elysia chlorotica) :
Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.
Pada zaman modern ini mikroskop elektron berhasil menampakkan sisi lain ini dunia mikroskopis menjadi sebuah citra luar biasa yang belum pernah kita lihat sebelumnya melalui sebuah foto, Ada banyak foto menakjubkan yang membuat kita tercengang melihatnya. Berikut adalah "Foto Foto Hasil Scaning dari Mikroskop Elektron yang Sangat Menakjubkan"
Sel sel kanker ginjal yang sedang membelah
Sel kanker paru paru yang sedang membelah
Sel dendritik (biru) dan limfosit T (pink). Ini adalah 2 jenis sel yang ikut bertanggung jawab dalam sistem imunitas.
Bakteri TBC (Mirobacterium tuberculosis)
Escherichia coli
Beginilah komposisi darah penderita leukemia. Perhatikan bahwa jumlah sel darah putih (bulat pink) meningkat jauh lebih banyak dari normalnya (foto bawah)
Sel darah merah (eritrosit) normal. Bulat pink adalah sel darah putih (leukosit)
Foto sebuah sel kanker servix (leher rahim)
Foto jaringan tulang keras (osteon)
Sel fibroblast (sel calon fibrosit), merupakan sel-sel yang membentuk sistem sitoskeleton/kerangka sel (serat warna kuning)
Foto kepala lalat buah (Drosophilla melanogaster). Lalat ini banyak digunakan dalam penelitian genetika
Ekor lalat
Mata facet lalat
Kepala lalat
Eritrosit yang menggumpal saat pembekuan darah. Sel-sel eritrosit digumpalkan oleh benang fibrin (warna coklat)
Eritrosit manusia berbentuk bikonkaf
Jaringan lemak (adiposa) yang disimpan di bawah kulit
Rambut yang patah
Sisik hiu dari jenis plakoid
Sebuah sperma sedang berusaha menembus ovum
Trichoma (rambut kelenjar) pada daun yang merupakan modifikasi sel-sel epidermis
Luka borok. Bagian merah adalah jaringan yang luka. Di sekelilingnya adalah darah kering yang membeku
Permukaan lidah manusia
Bentuk dari kristal salju
Penampang potongan melintang kulit sehat dari payudara. Lapisan paling atas adalah stratum corneum (merah), yang dibentuk oleh sel-sel mati. Pada lapisan dermis (pink) terdapat kapiler darah. Di bawah lapisan dermis adalah lapisan subkutan yang umumnya berisi lemak
Pembentukan sel sperma di tubulus seminiferus pada testis. Tiap sperma memiliki kepala (orange dan hijau) yang membawa materi genetik saat fertilisasi dengan sel telur. Bagian ekor (biru) berfungsi untuk pergerakan sperma.
Batu ginjal
Sel fotoreseptor pada retina. Sel batang (kuning) dan sel kerucut (hijau) dan lapisin inti sebelah luar (ungu)
Sel kanker payudara
Kapiler darah yang robek
Penampang melintang daun. Secara urut jaringan dari bagian atas adalah: epidermis atas, palisade (hijau),spons, tulang daun (hijau di tengah), dan epidermis bawah. Pada epidermis bawah sering termodifikasi menjadi stomata.
Sel calon (stem cells) darah janin
Permukaan buah strawberi
Bulu mata yang tumbuh dari permukaan kulit manusia
Kristal kalsium fosfat
Referensi :
Wikipedia,"Mikroskop Elektron",http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop_elektron(diakses pada tanggal 12 Januari 2014 pada pukul 19.37 WIB)
Biologi Media Centre,"Foto foto hasil scaning mikroskop elektron",http://biologimediacentre.com/foto-foto-hasil-scanning-mikroskop-elektron/(diakses pada tanggal 12 Januari 2014 pada pukul 19.40 WIB)
EXACT 2's BLOG,"Foto-Foto Hasil Scanning Mikroskop Elektron: Sel dan Jaringan Makhluk Hidup 1",http://exact2sman3.blogspot.com/2011/06/foto-foto-hasil-scanning-mikroskop.html(diakses pada tanggal 12 Januari 2014 pada pukul 21.36 WIB)
LePaK SiNi,"Gambar Menarik Hasil Scanning Electron Microscope (SEM),"http://foren-6.blogspot.com/2011/02/gambar-menarik-hasil-scanning-electron.html"(diakses pada tanggal 12 Januari 2014 pada pukul 22.11 WIB)
Pertumbuhan adalah proses
kenaikan volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik), dan
terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan pembesaran dari
tiap-tiap sel. Pada proses pertumbuhan biasa disertai dengan terjadinya
perubahan bentuk. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara
kuantitatif.
Perkembangan adalah
proses menuju dewasa. Proses perkembangan berjalan sejajar dengan
pertumbuhan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan proses
yang tidak dapat diukur. Dengan kata lain, perkembangan bersifat
kualitatif, tidak dapat dinyatakan dengan angka.
Pada
tanaman, pertumbuhan dimulai dari proses perkecambahan biji.
Perkecambahan dapat terjadi apabila kandungan air dalam biji semakin
tinggi karena masuknya air ke dalam biji melalui proses imbibisi.
Apabila proses imbibisi sudah optimal, dimulailah perkecambahan.
Struktur
yang pertama muncul, yang menyobek selaput biji adalah radikula yang
merupakan calon akar primer. Radikula adalah bagian dari hipokotil. Pada
bagian ujung sebelah atas terdapat epikotil (calon batang). Berdasar
letak kotiledonnya, ada dua jenis perkecambahan yaitu tipe epigeal, dan
tipe hipogeal.
Perkecambahan hipogeal
Perkecambahan epigeal
pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga yaitu sebagai berikut :
1. Pertumbuhan Primer
pertumbuhan
primer merupakan proses aktivitas sel-sel meristem yang menyebabkan
batang dan akar tumbuh memanjang. pertumbuhan primer terjadi pada
embrio, ujung batang, dan ujung akar.
berdasarkan aktivitasnya daerah
pertumbuhan pada ujung akar dan ujung batang di belakang sistem apikal
dibedakan menjadi tiga daerah yaitu sebagai berikut :
Sumber : wandylee.wordpress.com
Daerah
pembelahan sel, sel-sel di daerah ini aktif membelah, dan sifatnya
tetap meristematik, daerah ini biasanya terdapat di bagian ujung akar.
Daerah
pemanjangan sel, merupakan daerah yang sel-selnya mengalami penambahan
volume sehingga akan cepat memanjang. Daerah ini terletak di belakang
daerah pembelahan.
Daerah diferensiasi, merupakan daerah-daerah
yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur
dan fungsi khusus.
2. Pertumbuhan Sekunder
Setelah mengalam pertumbuhan primer selanjutnya tumbuhan akan mengalami
pertumbuhan sekunder. Pertumbuahan sekunder merupakan aktivitas kambium
(titik tumbuh sekunder) yang membentuk xilem dan floem sekunder.
Pertumbuhan ini biasanya terjadi pada tumbuhan Gymnospermae dan
Dicotyledoneae. Pada pertumbuhan sekunder yang aktif membelah adalah
sel-sel meristem yang terdapat pada kambium.Sel-sel tersebut
akanmelakukan pembelhan secara radial, yaitu pembelahan sel yang
terdapat di sekitar xilem mengarah ke dalam dan sel-sel yang terdapat di
sekitar floem mengarah ke luar. Akibat dari aktivitas tersebut maka
terbentuk xilem sekunder dan floem sekunder.sehingga pertumbuhan
jaringan ini akam membentuk formasi melingkar yang disebur lingkaran
tahunan (annula ring).
3. pertumbuhan Terminal
Pertumbuhan terminal terjadi pada ujung akar dan ujung batang. pada
ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji ang sedang aktif tumbuh
terdapat tiga daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan, yaitu sebagai
berikut:
Daerah Pembelahan (Daerah Meristematik) :
merupakan daerah yang paling ujung. Pada daerah ini terutama terjadi
pembentukan sel-sel baru melalui pembelahan sel. Sel-sel di daerah
pembelahan memiliki inti sel yang relatif besar, berdinding sel tipis,
dan aktif membelah diri. Daerah pembelahan disebut pula daerah
meristematik.
Daerah Pemanjangan : daerahini merupakan
hasil pembelahan sel-sel meristem di daerah pembelahan. Sel-sel hasil
pembelahan tersebut akan bertambah besar ukurannya sehingga
membentuk daerah pemanjangan. Sel-sel pada daerah ini lebih besar
dibandingkan dengan sel-sel pada daerah meristem.
Daerah Diferensiasi :
daerah ini terletak di belakang daerah pemanjangan. Sel-sel di daerah
ini telah mengalami diferensiasi. Artinya sel-sel telah berubah bentuk
sesuai fungsinya. Sebagian sel mengalami diferensiasi menjadi epidermis,
korteks, empulur, xilem dan floem. Sebagian sel lagi mengalami
diferensiasi menjadi jaringan parenkim (jaringan dasar), jaringan
penunjang seperti kolenkim dan sklerenkim. Dengan terjadinya
diferensiasi sel maka terbentuklah berbagai jaringan tumbuhan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuha dan Perkembangan pada Tumbuhan
1. Faktor Dalam (Internal)
a. Gen : Gen
merupakan rua DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) yang mengkode suatu sifat
makhluk hidup. didalam gen terkandung faktor yang dapat diturunkan dari
induk pada keturunannya. Dengan kata lain gen mengatur pertumbuhan
melalui sifat yang diturunkan dan sintesis-sintesis yang dikendalikan
b. Hormon Tumbuhan (Fitohormon) : Hormon
merupakan substansi yang dihasilkan oleh tumbuhan, biasanya dalam
jumlah yang sangat sedikit yang berfungsi secara fisiologis
mengendalikan arah dan kecepatan tumbuh bagian-bagian dari tumbuhan.
Berikut ini adalah macam-macam hormon pada tumbuhan beserta fungsinya:
Auksin : Auksin
adalah senyawa asam aseta dengan gugus indol beserta derivatnya.Pusat
pembentukan auksin adalah ujung koleoptil (pucuk tumbuhan).Jika terkena
sianr matahari, auksin akan berubah menjadi senyawa yang
menghambatpertumbuhan. Hal ini menuyebabkan batang akanmembengkok kearah
datangnya cahaya, karenabagianyang tidak terkena cahaya pertumbuhannya
lebih cepat daripada bagian yang terkena cahaya Fungsi auksin adalah : - mengembangkan sel-sel sehingga sel bertambah panjang - merangsang pembentukan bunga dan buah - mempercepat terjadinya diferensiasi di daerah meristem sehingga mempergiat kambium membentuk sel-sel baru Asam
Indol Aseta (AIA) adalah zat tumbuh sintetik yang bermanfaat untuk
pertanian. Asam Indol asetat dapat merangsang partenokarpi yaitu tanaman
yang menghasilkan buah tanpa adanya penyerbukan dan pembuahan.
Giberelin : Giberelin
adalh suatu zat yang mempunyai sifat seperti auksin. Giberelin
diperoleh dari jamur Gibeberella fujikuori atau Fusarium moniliformae Fungsi Giberelin adalah : - mempercepat pertumbuhan - membuat tanaman berbunga sebelum waktunya - membuat tanaman menjadi lebih tinggi dari normal - membuat buah terbentuk tanpa penyerbukan
Sitokinin :
Sitokinin merupakan kumpulan senyawa yang berfungsi mirip atu sama
lain. Sitokinin yang pertama ditemukan adalah kinetin. Zat yang
berfungsi mempergiat pembelahan sel dan mempengaruhi pertumbuhan tunas
dan akar. Hormon tumbuhan ini mempengaruhi pertumbuhan, pengaturan
pembelahan sel, dan pemanjangan sel. Konsentrasi sitokinin dan auksin
yang seimbang merupakan hal yang sangat penting dalam pertumbuhan
tanaman. Sitokinin sendiri tampaknya mempunyai peranan dalam
memperpanjang usia jaringan.
Asam Absisat : Asam
absisat adalah hormn yang menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu dengan
mengurangi pembelahan sel maupun pembesaran selataupun keduanya. Secara
umum fungsi dari asam absisat adalah sebagai berikut : - menghambat pembelahan dan pemanjangan sel - membantu peluruhan atau gugurnya daun pada musim kering -
mempertahankan tumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk, misalnya
kekurangan air yaitu dengan cara dormansi (menunda pertumbuhan) - merangsang penutupan mulut daun (stomata) pada musim kering.
Asam traumalin :
Asam traumalin merupakan hormon yang merangsang pembelahan sel-sel di
bagian tibuh tumbuhan yang mengalami kerusakan atau luka. Sehingga
bagian tumbuhan terluka akan tertutup. Kemampuan ini disebut resitusi
atau regenaerasi. Bahkan dari luka pada bagian tertentu dari tubuh
tumbuhan dapat tumbuh tunas baru.
Kalin : Kalin Pada
tumbuhan hormon yang mempengaruhi pembentukan organ disebut kalin.
Berdasarkan organ yang dipengaruhinya, kalin dibedakan atas ; - rhizokalin mempengaruhi pembentukan akar - kaulikalin mempengaruhi pembentukan batang - filokalin mempengaruhi pembentukan daun - antokalin mempengaruhi pembentukan bunga
Etilen : Buah
yang sudah tua menghasilkan gas etilen yang dianggap sebagai hormon
yang dapat mempercepat pemasakan buah yang masih mentah. Gas etilen
meningkatkan respirasi sehingga buah yang asalnya keras dan masam,
menjadi empuk dan berasa manis. Selain berperan dalam pematangan buah ,
etilen juga dapat menyebabkan pertmbuhan batang menjadi tebaldn kukuh
untuk menahan pengaruh angin.
2. Faktor Luar (Eksternal)
a. Cahaya : Cahaya
mutlak diperlukan oleh semua tumbuhan hijau untuk melakukan
fotosintesis, tetapi pengaruhnya terhadap pertumbuhan perkecambahan
tumbuhan adalah menghambat, karena cahaya dapat menyebabkan terurainya
auxin sehingga dapat menghambat pertumbuhan. Hal ini dapat dibuktikan
apabila kita meletakkan dua kecambah, yang satu di tempat gelap dan yang
lain di tempat terang. Dalam jangka waktu yang sama, kecambah di tempat
gelap tumbuh lebih cepat tetapi tidak normal. Pertumbuhan yang amat
cepat di dalam gelap ini disebut etiolasi.
Pot kiri adalah perkecambahan normal, sedangkan sebelah kanan perkecambahan yang mengalami etiolasi
Pada
tumbuhan terdapat pigmen yang disebut fitokrom, yang berfungsi
mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kloroplas, sintesis klorofil,
pembentukan hormon tumbuhan (misalnya giberelin), dan pengaturan posisi
daun terhadap sinar matahari. Selain itu, fitokrom berpengaruh juga
terhadap fotoperiodisme, yaitu pengaruh lamanya pengaruh pencahayaan
terhadap pertumbuhan dan pembentukan bunga.
Berdasarkan panjang dan intensitas penyinaran, tumbuhan dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu:
Tumbuhan
berhari pendek (shortday plant) : Berbunga dan berbuah bila periode
penyinaran lebih pendek daripada periode kritis. Contohnya: strawberry,
dahlia, aster, dan krisatinum.
Tumbuhan berhari sedang (midleday
plant) : tumbuhan yang akan berbunga jika mendapat penyinaran 12 jam
sehari. contohnya : tebu dan kacang.
Tumbuhan berhari
panjang (longday plant) : berbunga dan berbuah bila periode penyinaran
lebih panjang daripada periode kritis. Contohnya: bayam selada, gandum,
dan kentang.
Tumbuhan netral (dayneutral plant) : Tidak
dipengaruhi oleh lamanya periode penyinaran. Contoh: mawar, anyer, dan
bunga matahari.
b. Air : air
merupakan bagian terbesar yang menyusun makhluk hidup, termasuk
tumbuhan. Tumbuhan tidak mungkin hidup tampa air. Pada tumbuhan air
berfungsi antara lain untuk fotosisntesis, mengaktifkan reaksi
enzimatik, pelarut universal dalam perkembangan dan pertmbuhan tumbuhan,
menentukan proses transportasi unsur hara yang ada di alam tanah,
menjaga kelembapan, membantu perkecambahan biji, dan secara tidak
langsung air mempengaruhi laju reaksi metabolisme.
c. Suhu : Tumbuhan
membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Suhu
akan berpengaruh terhadap kerja enzim. Bila suhu terlalu tinggi, enzim
akan rusak, dan bila suhu terlalu rendah enzim menjadi tidak aktif.
Suhu optimum adalah suhu yang paling baik untuk pertumbuhan (10C-38C).
Suhu terendah dimana tumbuhan masih dapat tumbuh disebut Suhu minimum
dan suhu tertinggi dimana tumbuhan masih dapat tumbuh disebut suhu
maksimum.
d. Nutrisi (Nutrien) : Nutrisi
atau makanan diperlukan oleh setiap makhluk hidup. salah satu fungsi
nutrisi adalha sebagi sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis
berbagai komponen sel. Biasanya tumbuhan mengambil nutrisi dalam bentuk
ion dan beberapa diambil dari udara.
e. Kelembapan : Kelembapan
udara mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap tumbuhan, sampai
batas tertentu, tanah dan udara yang lembap berpengaruh baik terhadap
pertumbuhan tumbuhan. Semakin tinggi kadar air, pertumbuhan akan makin
cepat. Karena lebih banyak kadar air yang diserap dan lebih sedikit yang
diuapkan, akan menyebabkan pembentangan sel-sel, dengan demikian
sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimalnya.
Referensi :
Biologi
Media Center,"Pertumbuhan dan Perkembangan (1) : Pertumbuhan dan
Perkembangan pada
Tumbuhan,"http://biologimediacentre.com/pertumbuhan-dan-perkembangan-1-pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-tumbuhan/(diakses
tanggal 03 Januari 2014 pada pukul 23.50 WIB)
Inspirasiku,"Pertumbuhan
dan Perkembangan
Tumbuhan,"http://ahapidin.blogspot.com/pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan.html(diakses
tanggal 04 Januari 2014 pada pukul 01.35 WIB)
IPA_Spenli,"Pertumbuha
dan Perkembangan Makhluk
Hidup,"http://ipaspenli.blogspot.com/2009/08/pertumbuhan-dan-perkembangan-makhluk.html(diakses
tanggal 04 januari 2014 pada pukul 00.10 WIB)
ormon
merupakan substansi yang dihasilkan oleh tumbuhan, biasanya dalam
jumlah yang sangat sedikit yang berfungsi secara fisiologis
mengendalikan arah dan kecepatan tumbuh bagian-bagian dari tumbuhan. -
See more at:
http://biologimediacentre.com/pertumbuhan-dan-perkembangan-1-pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-tumbuhan/#sthash.2P8aiSMF.dpuf
ormon
merupakan substansi yang dihasilkan oleh tumbuhan, biasanya dalam
jumlah yang sangat sedikit yang berfungsi secara fisiologis
mengendalikan arah dan kecepatan tumbuh bagian-bagian dari tumbuhan. -
See more at:
http://biologimediacentre.com/pertumbuhan-dan-perkembangan-1-pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-tumbuhan/#sthash.2P8aiSMF.dpuf
Aturan Pemberian Nama Latin atau "Nomenclatur Binomial"
Aturan pemberian nama latin atau nomeclatur binomial adalah sistem penamaan makhluk hidup dengan menggunakan bahasa latin di mana setiap makhluk hidup, baik Flora atau Tanaman dan Fauna atau Hewan, mendapatkan atau diberikan nama dalam dua kata bahasa latin. Kata yang pertama menunjukkan genus, sedangkan kata yang satu lagi menunjukkan species. Genus ditulis dengan huruf pertama huruf besar dan species huruf pertamanya adalah huruf kecil.
Aturan-aturan dalam pemberian nama binomium nomenclatur pada binatang dan tumbuh-tumbuhan adalah sebagai berikut :
Setiap makhluk hidup memiliki nama spesies yang berbeda-beda dan tidak boleh sama.
Nama genus hanya terdiri dari satu kata dan dimulai dengan huruf besar.
Nama spesies boleh terdiri dari dua kata atau lebih dan dimulai dengan huruf kecil.
Setiap makhluk hidup baik hewan dan tumbuhan memiliki nama ilmiah masing-masing.
Penamaan ilmiah makhluk hidup menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan.
Nama penemu spesies dapat mencantumkan namanya dibelakang nama speciesnya.
Nama Latin Tumbuhan yang Sering Kita Jumpai
berikut 100 nama latin tumbuhan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari :
No
Nama Umum
Nama Latin
1
Akasia
Acassia sp
2
Alang-alang
Imperata cylindrica
3
Alpukat
Persea americana
4
Anggrek
Orcidaceae sp
5
Anggur
Vitis vinifera
6
Apel
Malus silveltris
7
Aren
Arenga pinnata
8
Bakau
Bruguiera conyugata
9
Bambu Batu
Dendrocalamus
strictus
10
Bandotan
Ageratum conyzoides
11
Bawang Bombay
Allium cepa
12
Bawang Merah
Allium ascalonicum
13
Bawang Putih
Allium sativum
14
Bayam
Amaranthus sp
15
Bayam Cabut
Amaranthus tricolor
16
Bengkuang
Pachyrrhizus erosus
17
Cabai
Capsicum annum
18
Cabai Besar
Capsicum annuum var
Grossum
19
Cabai Rawit
Capsicum frutescens
20
Dadap
Erythrina sp
21
Gandum
Triticum aestivum
22
Jagung
Zea mays
23
Jahe
Croton argyratus
24
Jamur Tiram
Pleurotus ostreatus
25
Jati
Tectona grandis
26
Jeruk
Citrus sp
27
Jeruk Bali
Citrus x paradisi
28
Jeruk Keprok
Citrus sp
29
Jeruk Nipis
Citrus aurantifolia
30
Jeruk Purut
Citrus hystrix
31
Kacang
Vigna mungo
32
Kacang Kedelai
Glycine max
33
Kacang Panjang
Vigna sinensis
34
Kakao
Thebroma cacao
35
Kaktus
Opuntia sp
36
Kapas
Gossypium hirsutum
37
Kapulaga
Amomum cardamomum
38
Karet
Havea brasiliensis
39
Kelapa
Cocos nucifera
40
Kelapa Sawit
Elaeis guineensis
41
Kenari
Canarium commune / C.
Avenue
42
Kencur
Kaempferia galanga
43
Kubis
Brassica oleraceae
44
Kunyit
Curcuma domestica
45
Labu
Cucurbita spp
46
Lada
Piper nigrum
47
Mahoni
Swietenia mahagoni
48
Mangga
Mangifera indica
49
Manggis
Garcinia mangostama
50
Mawar
Rosa sp
51
Melati
Jasminum sambac
52
Melinjo
Gnetum gnemon
53
Mentimun
Cucumis sativus
54
Nangka
Artocarpus
heterophyllus
55
Nilam
Pogostemon cablin
56
Padi
Oryza sativa
57
Padi Ketan
Oryza glutinosa
58
Pakis haji
Cycas rumphii
59
Palma
Palmae sp.
60
Panili
Vanilla planifolia
61
Pepaya
Carica papaya
62
Pisang
Musa paradisiaca
63
Sagu
Metroxylon sago
64
Salak
Salacca edulis
65
Seledri
Apium graviolens
66
Sukun
Artocarpus communis
67
Sadu
Melia indica
68
Saga Hutan
Adenanthera
microsperma
69
Saga Manis
Abrus precatorius
70
Sagu
Metroxylon sago
71
Salada Air
Nasturtium officinale
72
Salak
Salacca edulis
73
Salam
Eugenia aperculata
74
Salamandar
Grevillea robusta
75
Salangi
Samadera indica
76
Salix
Salix sp
77
Sambiloto
Andrographis
paniculata
78
San chang
Dillenia Pentagyna
79
Sancang
Phemna microphylia
80
Sangitan
Sambucus javanica
81
Sangket
Basilicum
polystachyon
82
Sangketan
Heliotropium indicum
83
Sangkir
Homonoia riparia
84
Sansevieria Lidah
mertua
Sansevieria
trifasciata
85
Sansevieria Silindris
Sansevieria
cylindrica
86
Santigi
Phempis acidula
87
Sapratu
Sindora sumatrana
88
Saraka
Saraca indica
89
Sawi Hijau
Brassica campestris
90
Sawi Putih
Brassica juncea
91
Sawo
Zapota sp.
92
Tebu
Saccharum officinale
93
Teh
Camellia sinensis
94
Teki
Cyperus roduntus
95
Terong
Solanum melongenae
96
Tomat
Lycopersicon
esculentum
97
Ubi Jalar
Ipomoea batata
98
Ubi Kayu
Manihot utilisima
99
Wijen
Sesamum indicum
100
Wortel
Daucus carota
Referensi :
Dunia Dalam Layar Maya,"PENGERTIAN atau DEFINISI NOMENCLATUR BINOMIAL | ATURAN PEMBERIAN NAMA LATIN,"http://juprimalino.blogspot.com/2012/02/pengertian-atau-definisi-nomenclatur.html(diakses 26 Desember 2013 pada pukul 11.51 WIB)
Biologi Media Center,"Daftar Nama Latin Tumbuhan Disekitar Kita,"http://biologimediacentre.com/daftar-nama-latin-tumbuhan-di-sekitar-kita/(diakses tanggal 26 Desember 2013 pada pukul 12.09 WIB)
Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi saya dan bagi kita semua.
Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas, bersentuhan dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering kali dipandang sebagai ilmu yang mandiri. Cabang-cabang ilmu biologi yakni sebagai berikut :
Aerobiologi – mempelajari partikel organik di utara
Agrikultur – mempelajari proses produksi hasil panen, dan lebih menekankan pada penerapannya
Anatomi – mempelajari bentuk dan fungsi tumbuhan, hewan, dan organisme lain (terutama manusia)
Arachnologi – mempelajari arachnida
Astrobiologi – mempelajari evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta—juga disebut eksobiologi, eksopaleontologi, dan bioastronomi
Biofisika – mempelajari proses biologis dalam kerangka fisika, dengan menerapkan teori dan metode yang secara tradisional digunakan dalam ilmu fisika
Biogeografi – mempelajari persebaran spesies dalam konteks keruangan dan waktu
Bioinformatika – penggunaan teknologi informasi untuk meneliti, mengumpulkan, dan menyimpan data genomik atau data biologis lainnya
Biokimia – mempelajari reaksi kimia yang diperlukan kehidupan agar tetap berfungsi, biasanya pada tingkatan seluler
Biologi bangunan – meneliti lingkungan hidup di dalam ruangan
Biologi evolusioner – mempelajari asal usul dan nenek moyang spesies
Biologi integratif – mempelajari semua organisme
Biologi kelautan (atau oseanografi biologis) – mempelajari ekosistem , tumbuhan, hewan, dan kehidupan samudra lainnya
Biologi konservasi – mempelajari pelestarian, perlindungan, dan pemulihan lingkungan alam, ekosistem alam, vegetasi, dan margasatwa
Biologi lingkungan – mempelajari dunia alam secara keseluruhan atau dalam wilayah tertentu, terutama dampak manusia terhadapnya
Biologi molekuler – mempelajari biologi dan fungsi biologi dalam tingkatan molekuler, bertumpang tindih dengan biokimia
Biologi populasi – mempelajari sekelompok organisme, termasuk
Ekologi populasi – mempelajari dinamika dan kepunahan populasi
Genetika populasi – mempelajari perubahan frekuensi gen dalam populasi suatu organisme
Biologi perkembangan – mempelajari proses pembentukan organisme dari zigot
Biologi sel – meneliti sel sebagai satuan yang utuh, dan interaksi molekuler dan kimia yang terjadi di dalam sel
Biologi struktural – cabang biologi molekuler, biokimia, dan biofisika yang terkait dengan struktur molekuler makromolekul biologis
Biologi sintetis – mengintegrasi biologi dengan teknik; membuat fungsi biologis yang tidak ada di alam
Biomatematika (atau biologi matematis) – penelitian proses biologis secara kuantitatif atau matematis, dan lebih menekankan pada permodelan
Biomekanika – penelitian mekanika kehidupan yang lebih menekankan pada penerapan melalui prostetik atau ortotik. Bidang ini sering dianggap sebagai cabang kedokteran
Biomusikologi – mempelajari musik dari sudut pandang biologis
Bioteknologi – cabang biologi yang baru dan kadang-kadang kontroversial yang mempelajari manipulasi materi hidup, termasuk modifikasi genetik dan biologi sintetik
Botani – mempelajari tumbuhan
Ekologi – mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya
Embriologi – mempelajari perkembangan embrio (dari pembuahan hingga kelahiran)
Entomologi – mempelajari serangga
Epidemiologi – komponen penting dalam penelitian kesehatan, mempelajari faktor yang memengaruhi kesehatan suatu populasi
Epigenetik – mempelajari perubahan ekspresi gen atau fenotip seluler yang diakibatkan oleh mekanisme selain perubahan rangkaian ADN
Etologi – mempelajari perilaku hewan
Farmakologi – mempelajari persiapan, penggunaan, dan pengaruh obat-obatan
Fisiologi – mempelajari cara kerja organisme hidup serta organ-organnya
Fitopatologi – mempelajari penyakit pada tumbuhan (juga disebut patologi tumbuhan)
Genetika – mempelajari gen dan pewarisan
Hematologi – mempelajari darah dan organ pembentuk darah
Herpetologi – mempelajari reptil dan amfibi
Histologi – mempelajari sel dan jaringan, cabang mikroskopik anatomi
Iktiologi – mempelajari ikan
Kriobiologi – mempelajari pengaruh suhu yang rendah terhadap kehidupan
Limnologi – mempelajari perairan di daratan
Mamalogi – mempelajari mamalia
Mikrologi – meneliti organisme mikroskopik (mikroorganisme) dan interaksinya dengan kehidupan lainnya
Mikologi – mempelajari fungi
Neurobiologi – mempelajari sistem saraf, termasuk anatomi, fisiologi, dan patologinya
Onkologi – mempelajari proses kanker
Ornitologi – mempelajari burung
Paleontologi – mempelajari fosil dan bukti geografis kehidupan prasejarah
Patobiologi atau patologi – meneliti penyakit, seperti penyebab, proses, ciri, dan perkembangannya
Parasitologi – mempelajari parasit dan parasitisme
Penelitian biomedis – meneliti tubuh manusia yang sehat dan sakit
Psikobiologi – mempelajari dasar psikologi secara biologis
Sosiobiologi – mempelajari dasar sosiologi secara biologis
Teknik biologis – mempelajari biologi dari sudut pandang teknik dan lebih menekankan pada pengetahuan terapan. Bidang ini terkait dengan bioteknologi
Virologi – mempelajari virus dan agen yang seperti virus
Zoologi – mempelajari hewan, termasuk klasifikasi, fisiologi, perkembangan, dan perilaku (cabang meliputi entomologi, etologi, herpetologi, iktiologi, mamalogi, dan ornitologi)
Biologi
adalah ilmu alam yang mempelajari kehidupan dan organisme hidup, termasuk
struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya. Ilmu
biologi modern sangat luas dan eklektik, serta terdiri dari berbagai macam
cabang dan subdisiplin. Namun, meskipun lingkupnya luas, terdapat beberapa
konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu
bidang. Biologi biasanya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen
sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong
terciptanya spesies baru. Selain itu, organisme diyakini bertahan dengan
mengonsumsi dan mengubah energi serta dengan meregulasi keadaan dalamnya agar
tetap stabil dan vital.
Subdisiplin
biologi didefinisikan berdasarkan skala organisme yang dipelajari, jenis
organisme yang dipelajari, dan metode yang digunakan untuk mempelajarinya:
biokimia mempelajari kimia kehidupan; biologi molekuler terkait dengan
interaksi antar molekul biologis; botani mempelajari biologi tumbuhan; biologi
seluler meneliti satuan dasar semua kehidupan, yaitu sel; fisiologi mempelajari
fungsi fisik dan kimia jaringan, organ, dan sistem organ suatu organisme;
biologi evolusioner meneliti proses yang menghasilkan keanekaragaman hayati;
dan ekologi mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya.
Sejarah
Istilah biologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani βίος, bios, yang berarti "kehidupan", dan akhiran -λογία, -logia, yang artinya "ilmu." Bentuk Latin dari kata tersebut (biologi) pertama kali digunakan oleh Linnaeus (Carl von Linné) dalam karyanya yang berjudul Bibliotheca botanica pada tahun 1736. Kata tersebut dipakai lagi pada tahun 1766 oleh Michael Christoph Hanov dalam tulisannya yang berjudul Philosophiae naturalis sive physicae: tomus III, continens geologian, biologian, phytologian generalis. Terjemahan bahasa Jermannya, yaitu Biologie, pertama kali muncul dalam terjemahan karya Linnaeus pada tahun 1771. Pada tahun 1797, Theodor Georg August Roose menggunakan istilah tersebut dalam pendahulu bukunya yang bertajuk Grundzüge der Lehre van der Lebenskraft. Karl Friedrich Burdach pada tahun 1800 memakai istilah ini dalam arti yang lebih sempit, yaitu penelitian manusia dari sudut pandang morfologis, fisiologis, dan psikologis (Propädeutik zum Studien der gesammten Heilkunst). Istilah biologi dalam pengertian modern baru muncul dalam buku Biologie, oder Philosophie der lebenden Natur (1802–22) yang ditulis oleh Gottfried Reinhold Treviranus. Di dalam buku tersebut tertulis :
"Objek penelitian kami adalah berbagai macam bentuk dan perwujudan kehidupan, keadaan dan hukum yang mengatur fenomena tersebut, serta penyebabnya. Ilmu yang terkait dengan objek tersebut kami sebut biologi [Biologie] atau doktrin kehidupan"
walaupun biologi modern merupakan perkembangan yang relatif baru, ilmu yang terkait sudah dipelajari dari masa lampau. Filsafat alam dapat ditemui di peradaban Mesopotamia, Mesir, India, dan Cina. Namun, asal usul dan pendekatan biologi modern berasal dari masa Yunani Kuno. Walaupun penelitian kedokteran dapat ditilik ke masa Hippocrates (ca. 460 SM – ca. 370 SM), Aristoteles (384 SM – 322 SM) adalah tokoh yang paling berjasa dalam mengembangkan biologi. Salah satu karya terpentingnya adalah Historia Animalium dan beberapa karya lain yang menunjukkan cara pandang seorang peneliti alam, serta karya-karya empirisnya yang mencoba mempelajari sebab-akibat biologis dan keanekaragaman hayati. Penerus Aristoteles di Lyceum, yaitu Theophrastus, menulis buku-buku tentang botani yang berpengaruh hingga ke Abad Pertengahan.
Ilmuwan Islam abad pertengahan yang mempelajari biologi meliputi al-Jahiz (781–869), Ad-Dinawari (828–896), yang menulis tentang botani, dan ar-Razi (865–925), yang menulis tentang anatomi dan fisiologi. Kedokteran dipelajari berdasarkan tradisi filsuf Yunani, sementara ilmu alam sangat dipengaruhi oleh pemikiran Aristoteles, terutama perihal hierarki kehidupan.
Biologi mulai berkembang pesat setelah Antony van Leeuwenhoek memperbaiki mikroskopnya. Berkatnya, spermatozoa, bakteri, infusoria, dan berbagai macam kehidupan mikroskopik lain berhasil ditemukan. Penyelidikan yang dilakukan oleh Jan Swammerdam membangkitkan ketertarikan terhadap bidang entomologi dan membantu mengembangkan teknik pembedahan dan pewarnaan (staining) mikroskopik.
Kemajuan mikroskop juga sangat memengaruhi pemikiran tentang biologi. Pada awal abad ke-19, sejumlah ahli biologi mulai menyadari pentingnya konsep sel. Kemudian, pada tahun 1838, Schleiden dan Schwann mulai menganjurkan gagasan (yang kini diterima secara luas) bahwa satuan dasar organisme adalah sel dan masing-masing sel memiliki karakteristik kehidupan, walaupun mereka menentang gagasan bahwa semua sel berasal dari pembagian sel lain. Akan tetapi, berkat karya Robert Remak dan Rudolf Virchow, pada tahun 1860-an sebagian besar ahli biologi menerima ketiga hal tersebut yang kini disebut teori sel.
Sementara itu, taksonomi dan klasifikasi menjadi pusat perhatian sejarawan alam. Carl Linnaeus menerbitkan taksonomi dasar pada tahun 1735 (berbagai macam variasi telah digunakan semenjak itu), dan pada tahun 1750-an memperkenalkan nama ilmiah untuk spesies. Georges-Louis Leclerc, Comte de Buffon, menganggap spesies sebagai kategori buatan dan menyatakan bahwa kehidupan dapat berubah—bahkan mengusulkan kemungkinan adanya nenek moyang bersama. Walaupun menentang teori evolusi, Buffon merupakan tokoh penting dalam sejarah pemikiran evolusi; karyanya memengaruhi teori evolusi Lamarck dan Darwin.
Pemikiran evolusioner dapat ditilik kembali ke karya Jean-Baptiste Lamarck. Ia menyatakan bahwa evolusi merupakan hasil dari tekanan lingkungan terhadap properti suatu hewan, yang berarti semakin sering suatu organ digunakan, semakin kompleks dan efisien organ itu, sehingga membuat hewan teradaptasi dengan lingkungan. Lamarck juga meyakini bahwa sifat yang didapat ini dapat diturunkan ke generasi berikutnya, yang akan terus mengembangkan dan menyempurnakannya. Namun, hipotesis ini kini ditolak, dan baru pada akhir abad ke-19 Charles Darwin berhasil merumuskan teori evolusi berdasarkan seleksi alam dengan menggabungkan pendekatan biogeografis Humboldt, geologi Lyell, tulisan Malthus tentang pertumbuhan populasi, dan keahlian morfologis serta pengamatannya sendiri di alam; penalaran dan bukti yang mirip juga membuat Alfred Russel Wallace mencapai kesimpulan yang sama. Meskipun banyak ditentang oleh agamawan, teori Darwin diterima oleh komunitas ilmiah dan segera menjadi aksioma dasar dalam ilmu biologi.
Struktur ADN
Pada tahun 1940-an dan awal tahun 1950-an, penelitian berhasil membuktikan bahwa asam deoksiribonukleat (ADN) merupakan komponen kromosom yang mengandung satuan pewarisan yang kini disebut gen. Pemusatan perhatian pada model organisme baru seperti virus dan bakteri serta penemuan struktur untai ganda ADN pada tahun 1953 menandai jalannya peralihan ke masa genetika molekuler. Kode genetik berhasil dipecahkan oleh Har Gobind Khorana, Robert W. Holley dan Marshall Warren Nirenberg setelah memahami bahwa ADN mengandung kodon. Akhirnya, Proyek Genom Manusia diluncurkan pada tahun 1990 dengan tujuan untuk memetakan semua genom manusia DNA. Proyek ini selesai pada tahun 2003, dan merupakan langkah pertama dalam menggabungkan pengetahuan biologi dengan definisi tubuh manusia dan organisme lain secara fungsional dan molekuler.
Keyword : Biologi, sejarah biologi, biologi modern, ADN, ilmuwan biologi